BPMP Banten dan Pemkot Tangsel Perkuat Sinergi Peningkatan Mutu Pendidikan

Tangerang Selatan, 28 Juli 2026 – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan melaksanakan Pendampingan Penganggaran Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan dan Refleksi Capaian Mutu Pendidikan di Ruang Anggrek, Balai Kota Tangerang Selatan, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Asisten Daerah I Kota Tangerang Selatan, Kepala BPMP Provinsi Banten Aria Ahmad Mangunwibawa, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas P3AP2KB, serta para pejabat struktural dan fungsional Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.
Pendampingan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan penjaminan mutu pendidikan. Upaya tersebut diarahkan untuk memenuhi layanan dasar pendidikan yang bermutu dan tanpa diskriminasi sekaligus meningkatkan indeks SPM Pendidikan sebagai salah satu indikator kinerja daerah.
Kegiatan diawali dengan sambutan dan penjelasan Kepala BPMP Provinsi Banten, kemudian dilanjutkan dengan sambutan, pemaparan, sekaligus pembukaan oleh Benyamin Davnie. Agenda utama diisi dengan diskusi mengenai profil pendidikan Kota Tangerang Selatan, indeks SPM Pendidikan, rapor pendidikan daerah, implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), serta program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala BPMP Provinsi Banten Aria Ahmad Mangunwibawa menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut perlu dibangun secara berkelanjutan mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, hingga evaluasi.
Menurut Aria, capaian indeks SPM Pendidikan perlu dijadikan dasar untuk memetakan kebutuhan dan menentukan strategi peningkatan mutu yang tepat. BPMP Provinsi Banten akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam menyelaraskan kebijakan pendidikan daerah dengan Program Hasil Terbaik Cepat dan program prioritas Kemendikdasmen.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperoleh apresiasi karena menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Provinsi Banten yang mengalami peningkatan indeks SPM Pendidikan pada 2025. Capaian Kota Tangerang Selatan meningkat dari kategori Tuntas Muda menjadi Tuntas Madya.
Implementasi sejumlah program prioritas di Kota Tangerang Selatan juga dinilai telah berjalan dengan baik. Program tersebut mencakup revitalisasi sarana dan prasarana satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, Wajib Belajar 13 Tahun, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial, serta Tes Kemampuan Akademik.
Selain melaksanakan program nasional, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mengembangkan sejumlah program unggulan daerah. Program tersebut antara lain beasiswa dan bantuan personal bagi murid di sekolah swasta, bantuan operasional untuk sekolah inklusif, piloting program Sahabat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, serta beasiswa pendidikan jenjang S1 bagi guru PAUD.
Benyamin Davnie menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu urusan utama pemerintah daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui alokasi anggaran pendidikan Kota Tangerang Selatan yang telah mencapai 20,03 persen.
“Urusan pendidikan adalah urusan utama. Peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan bersama-sama, tidak hanya oleh pemerintah kota, tetapi juga melibatkan para pengelola satuan pendidikan swasta,” ujar Benyamin.
Menurutnya, peningkatan kualitas sekolah swasta perlu terus didorong agar semakin berdaya saing dan memperoleh kepercayaan masyarakat. Saat ini, sebanyak 94 SMP swasta telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mendukung pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan.
Benyamin juga menekankan pentingnya memberikan tantangan dan apresiasi kepada para guru untuk menjaga semangat dalam menjalankan tugas. Selain itu, penggunaan media sosial dan telepon pintar oleh anak-anak perlu mendapatkan perhatian bersama agar tidak memberikan dampak negatif terhadap proses pendidikan.
Diskusi turut membahas peningkatan mutu pembelajaran, dukungan terhadap program Sekolah Rakyat, keberlanjutan program pencegahan perundungan, Cek Kesehatan Gratis, Makan Bergizi Gratis, serta penguatan perlindungan peserta didik dari berbagai bentuk kekerasan.
Peningkatan dan keberlanjutan capaian SPM Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan. Dukungan lintas perangkat daerah diperlukan untuk memastikan setiap program direncanakan, dianggarkan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara terintegrasi.
BPMP Provinsi Banten akan terus menjalankan perannya sebagai mitra pemerintah daerah dalam mengawal implementasi kebijakan dan program prioritas pendidikan. Sinergi yang kuat diharapkan dapat menghadirkan layanan pendidikan yang semakin bermutu, merata, inklusif, dan berdampak bagi seluruh masyarakat Kota Tangerang Selatan.
( Penulis : Nia /Editor: Cecep /Fotografer : Aga).



 

You May Also Like