Jakarta, 22 Oktober 2026 – Belajar tidak harus terpaku pada buku catatan. Melalui Rumah Pendidikan, murid dapat mengeksplorasi beragam sumber belajar digital, mempelajari materi pelajaran, hingga berlatih mengerjakan soal. Pengalaman tersebut dirasakan oleh Clark Ken, siswa kelas XI SMA Negeri 31 Jakarta, setelah mengikuti kegiatan Sapa Sekolah yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Rabu (21/10).
Clark mengaku bahwa sebelumnya belum mengenal Rumah Pendidikan. Selama ini, Clark mengandalkan buku catatan dan sumber pencarian di internet untuk mendukung kegiatan belajarnya. Melalui kegiatan Sapa Sekolah, ia juga berkesempatan mengenal lebih jauh berbagai fitur yang tersedia, terutama Ruang Murid. “Menurut saya, aplikasi ini sangat membantu kami dalam mencari materi, jadi tidak hanya terpaku melalui buku. Kami bisa mengeksplorasi materi-materi yang lain melalui Ruang Murid ini,” ujarnya.

Clark berharap Rumah Pendidikan terus dikembangkan agar semakin inovatif dan fleksibel sehingga dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak murid di Indonesia. Ia juga berharap platform tersebut dapat membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
Pengalaman mengenal dan mengeksplorasi teknologi pendidikan juga dirasakan guru SDN Rawa Bunga 11, Jakarta Timur, Andri Sidauruk. Guru yang mengajar di kelas V dan VI tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan Sapa Sekolah memberinya wawasan baru untuk memaksimalkan pemanfaatan Rumah Pendidikan dalam pembelajaran.

“Tantangan saat ini bukan hanya ketersediaan sumber belajar digital, melainkan juga bagaimana guru memanfaatkan sumber belajar yang relevan di tengah banyaknya konten yang tersedia di internet dan media sosial. Karena itu, Andri menilai kualitas konten perlu menjadi perhatian agar materi yang tersedia benar-benar mendukung kebutuhan guru dan murid,” tuturnya.
Dalam kegiatan belajar mengajar, Andri juga memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID) sekitar tiga kali dalam sepekan. Ia mengkombinasikan penggunaan teknologi dengan kreativitasnya sendiri, antara lain membuat kuis interaktif dengan bantuan kecerdasan buatan yang disesuaikan dengan materi pembelajaran.
Ke depan, Andri berharap tampilan Rumah Pendidikan lebih sederhana dan mudah digunakan tetapi tetap memiliki fitur yang lengkap. Dengan demikian, guru dapat lebih mudah menemukan dan menggunakan sumber belajar sesuai kebutuhan pembelajaran di kelas.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pemanfaatan Layanan Digital, Pusdatin, Kemendikdasmen, Nur Malik Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan Sapa Sekolah merupakan upaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, terutama setelah satuan pendidikan menerima perangkat pendukung seperti PID.
Menurut Malik, ketersediaan perangkat perlu diikuti dengan pemanfaatan konten pembelajaran digital yang sesuai dengan kebutuhan guru dan murid. Rumah Pendidikan menyediakan beragam konten yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. “Yang menjadi kuncinya adalah bagaimana Bapak dan Ibu guru bisa memanfaatkan teknologi digital untuk bisa menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, lebih menyenangkan, dan juga ujungnya adalah pembelajaran yang lebih bermakna kepada murid,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Kepala Seksi SMA dan SMP, Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur, Tri Kurniasih, yang mengapresiasi pelaksanaan Sapa Sekolah sebagai sarana menambah pengetahuan guru mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Para peserta diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan sejawat serta sekolah-sekolah di sekitarnya.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para guru dapat memanfaatkan Rumah Pendidikan dalam pembelajaran sekaligus mengimbaskan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, semakin banyak guru dan murid yang mengenal serta merasakan manfaat Rumah Pendidikan,” ujarnya.
Harapannya melalui kegiatan Sapa Sekolah, Kemendikdasmen terus mengenalkan Rumah Pendidikan kepada warga sekolah sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital sesuai kebutuhan pembelajaran. Dengan dukungan guru dan satuan pendidikan, Rumah Pendidikan diharapkan semakin dikenal dan dimanfaatkan untuk memperluas akses murid terhadap sumber belajar yang beragam serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. ***(Penulis & Dokumentasi: Nurlaili Sholaikah/Editor: Ririn)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
#2TahunGerakNyata
#2TahunPendidikanBermutu

