Rumah Pendidikan Buka Peluang Guru Kembangkan Metode Belajar yang Menyenangkan

Jakarta, 15 Oktober 2026 – Pemanfaatan teknologi pendidikan membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif dan menyenangkan bagi murid. Manfaat tersebut dirasakan para guru perwakilan sekolah di wilayah Jakarta Pusat yang mengikuti kegiatan Sapa Sekolah Rumah Pendidikan yang diselenggarakan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di SMAN 1 Jakarta (14/10). Melalui kegiatan ini, para guru memperoleh inspirasi untuk menyajikan materi secara lebih interaktif serta menyesuaikan kegiatan belajar dengan kebutuhan murid.

Salah satu manfaat yang dirasakan guru adalah bertambahnya pilihan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Dalam kegiatan tersebut, guru berkesempatan mempraktikkan metode station rotation, yakni pembelajaran melalui beberapa pos aktivitas yang mendorong murid terlibat aktif dalam memahami materi.

Jody Hendriyono Siringoringo, seorang guru Bahasa Indonesia SMA Budi Mulia Jakarta, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya inspirasi untuk membuat pembelajaran lebih interaktif menggunakan papan interaktif digital melalui platform Rumah Pendidikan, dengan materi yang lebih terstruktur dan mudah diterapkan.

“Saat menjadi peserta Rumah Pendidikan hari ini, saya mendapatkan beberapa manfaat yang mempermudah saya sebagai guru untuk mengajar di kelas, sehingga di kelas lebih interaktif, dengan materi-materi yang lebih tertata, lebih jelas, yang bisa kita terapkan di pembelajaran terlebih di Bahasa Indonesia,” ujar Jody.

Menurut Jody, metode station rotation dapat membantu menjaga keterlibatan murid selama proses belajar. Melalui pembagian aktivitas ke beberapa pos, murid tidak hanya menerima penjelasan guru, tetapi juga terlibat langsung dalam menyelesaikan tantangan pembelajaran.

Ia berencana menerapkan pendekatan tersebut dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, misalnya saat mempelajari struktur teks eksposisi atau teks cerita sejarah. Murid dapat berpindah dari satu pos ke pos lainnya untuk mengidentifkasi struktur teks, seperti orientasi dan konflik, sekaligus mempelajari kaidah kebahasaannya.

“Kalau itu sangat memudahkan murid untuk lebih interaktif. Sebenarnya sudah pernah saya lakukan, hanya saja beda nama. Sehingga posisi murid di kelas itu tidak ngantuk, tidak bosan. Walaupun ada yang semacam permainan seperti itu, mereka tetap bisa fokus untuk mencapai pembelajaran di kelas,” tuturnya.

Selain memperoleh inspirasi mengenai strategi pembelajaran, para guru juga berkesempatan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses belajar sesuai karakteristik mata pelajaran. Salah satunya diungkapkan oleh Guru Seni Musik SMAN 1 Jakarta, Wachjoedi yang menagtakan bahwa praktik yang diikutinya memberikan wawasan baru, termasuk dalam pembelajaran seni musik. “Saya sebagai guru Seni Musik mendapatkan ide untuk memvariasikan cara mengajar serta memanfaatkan teknologi untuk memantau aktivitas dan hasil pekerjaan murid melalui platform Rumah Pendidikan,” tuturnya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi memungkinkan guru memeriksa hasil pekerjaan murid dalam bentuk berkas atau data tanpa harus selalu berada di dekat mereka. Hal ini dapat membantu guru memantau proses belajar secara lebih fleksibel sekaligus memberi ruang bagi murid untuk belajar dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pengalaman Wachjoedi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan Rumah Pendidikan dapat mendukung pengembangan praktik pembelajaran yang lebih beragam. Selain membantu mengakses berbagai fitur pembelajaran, kesempatan untuk berbagi pengalaman dan mencoba strategi mengajar juga dapat menjadi bekal bagi guru untuk menemukan pendekatan yang relevan dengan mata pelajaran masing-masing.

Pemanfaatan Rumah Pendidikan diharapkan dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang memberi ruang lebih luas bagi keterlibatan murid. Melalui metode yang variatif dan pemanfaatan teknologi yang sesuai, proses pembelajaran diharapkan tidak hanya membantu murid memahami materi, tetapi juga mendorong mereka lebih aktif dalam belajar. ****(Penulis: Ririn/Editor: Destya/Seno H.)****

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Sumber Informasi

You May Also Like