Rangkasbitung, Lebak — Direktur Sekolah Menengah Atas, Yuli Haryanto, melakukan kunjungan kerja ke BPMP Provinsi Banten pada Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula BPMP Banten tersebut diterima langsung oleh Kepala BPMP Provinsi Banten, Aria Ahmad Mangunwibawa, beserta jajaran.
Kunjungan ini menjadi ruang koordinasi dan penguatan sinergi antara Direktorat SMA dan BPMP Provinsi Banten dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan menengah atas. Dalam kesempatan tersebut, Direktur SMA menyampaikan paparan terkait arah kebijakan, program, serta strategi penguatan pendidikan SMA agar semakin bermutu, berkeadilan, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masa depan murid.
Dalam paparannya, Yuli Haryanto menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan SMA. Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian antara lain pemenuhan sarana prasarana, revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, penguatan tata kelola, peningkatan partisipasi sekolah, serta penanganan Anak Tidak Sekolah atau ATS.
Direktorat SMA juga memaparkan kondisi pendidikan SMA di Provinsi Banten. Berdasarkan data Dapodik per 22 Mei 2026, terdapat 651 SMA, 171.242 peserta didik, dan 12.756 guru di Provinsi Banten. Dari sisi sarana prasarana, sebanyak 358 SMA atau 54,99 persen masih memiliki ruang rusak sedang hingga berat. Sementara itu, sasaran revitalisasi SMA tahun 2025 dan 2026 di Banten mencapai 108 sekolah dengan total nilai bantuan lebih dari Rp104 miliar.
Selain penguatan sarana prasarana, digitalisasi pembelajaran juga menjadi perhatian. Pada tahun 2025, Provinsi Banten menjadi salah satu sasaran pengadaan perangkat digitalisasi pembelajaran untuk mendukung peningkatan kualitas proses belajar di SMA. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan teknologi pembelajaran di satuan pendidikan.
Paparan juga menyoroti tantangan partisipasi pendidikan, termasuk data Anak Tidak Sekolah di Provinsi Banten yang mencapai 185.432 anak berdasarkan Dasbor Pusdatin per 2 Juli 2026. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya penguatan gerakan Wajib Belajar 13 Tahun melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Direktur SMA turut menyampaikan pentingnya pengembangan karier dan ekstrakurikuler murid SMA. Sekolah didorong untuk tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga membantu murid mengenali potensi, minat, bakat, menyusun rencana studi dan karier, serta membangun portofolio sejak awal masuk SMA.
Kepala BPMP Provinsi Banten, Aria Ahmad Mangunwibawa, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari penguatan koordinasi dalam mendukung program prioritas pendidikan di daerah. BPMP Banten berkomitmen untuk terus memperkuat pendampingan kepada satuan pendidikan dan pemerintah daerah agar kebijakan pendidikan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi peserta didik.
Melalui kunjungan ini, Direktorat SMA dan BPMP Provinsi Banten menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat mutu pendidikan SMA di Banten. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya sekolah menengah atas yang bermutu untuk semua, sejalan dengan semangat “Maju Bersama, Hebat Semua” dan “Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
( Penulis : Nia /Editor: Cecep /Dok : Lutfi).


