Pandeglang – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang menggelar Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di GOR Cikupa, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak.
Deklarasi tersebut dihadiri berbagai unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, komite sekolah, siswa, hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan dukungan bersama terhadap upaya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Menurutnya, lingkungan belajar yang kondusif akan mendorong lahirnya generasi yang berprestasi dan berkarakter.
“Melalui deklarasi ini, kami memperkuat komitmen seluruh insan pendidikan agar sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik,” ujarnya.
Sebagai langkah penguatan program, Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah menerbitkan Keputusan Bupati terkait pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Pokja dibentuk mulai tingkat kabupaten, kecamatan, hingga satuan pendidikan untuk mempermudah koordinasi dan penanganan apabila terjadi persoalan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Banten, Aria Ahmad Mangunwibawa mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam mendorong implementasi budaya sekolah yang berpihak pada peserta didik. Menurutnya, sekolah yang aman dan nyaman memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran sekaligus membentuk karakter generasi masa depan.
“Kami berharap seluruh sekolah di Kabupaten Pandeglang dapat menghadirkan budaya sekolah ramah anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas 2045,” katanya.
Plt Kepala Bidang Sekolah Dasar dan Menengah Disdikpora Pandeglang, Sukron menyampaikan bahwa pelaksanaan deklarasi BSAN mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran beasiswa bagi siswa serta bantuan sarana pendidikan untuk sekolah.
Ia menegaskan bahwa gerakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, tertib, aman secara digital, dan bebas dari kekerasan. Target jangka pendek yang ingin dicapai ialah menekan angka kekerasan menuju zero violence atau nol kekerasan di lingkungan pendidikan.
Melalui deklarasi ini, Kabupaten Pandeglang tercatat sebagai daerah keempat di Provinsi Banten yang menerapkan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Disdikpora juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi melakukan pengawasan dan mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang aman bagi seluruh peserta didik.
( Penulis : Nia /Editor: Cecep /Fotografer: Rizky)


